in ,

Pamit Usai Akhiri Tugas 6 Hari, Akhyar Apresiasi Sinergitas Dalam Membangun Kota Medan

Walikota Medan Akhyar Nasution melayani pertanyaan wartawan usai akhiri tugas sebagai Walikota Medan sealama 6 hari

Medan, matawarga.com – Wali Kota Medan Akhyar Nasution mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi sinergitas dalam membangun dan memajukan Kota Medan.

Akhyar berharap, hasil pembangunan yang telah dilakukan selama ini dapat dinikmati masyarakat.

Lima tahun menjalankan roda pemerintahan, Akhyar mengungkapkan, kepemimpinannya dimulai bersama Dzulmi Eldin.

Kemudian menjadi pelaksana tugas wali kota selama 16 bulan, pada 11 Februari 2021 dilantik menjadi wali kota Medan definitif.

“Kepemimpinan dimulai dari Bapak Dzulmi Eldin, beliaulah saat itu wali kotanya. Hari ini, saya mengakhiri tugas dan pengabdian kami di Pemko Medan,” kata Akhyar dalam Rapat Pengusulan Pemberhentian Wali Kota Medan Masa Jabatan 2016-2021 di gedung DPRD Medan, Selasa (16/2/2021).

“Kami memohon maaf untuk segala kekurangan yang ada. Semoga, segala niat baik dan terbaik yang dilakukan untuk Kota Medan menjadi amal jariyah untuk kita semua,” lanjutnya.

“Selama menjalankan roda pemerintahan, masih ada kelemahan dan kekurangan. Kami meminta maaf, pastinya semua kerja keras yang dilakukan kami dedikasikan untuk seluruh warga Kota Medan,” sambungnya.

Dirinya optimistis kerja sama dan kemitraan yang telah terbangun antara Pemko Medan dan DPRD Medan terjalin akan semakin baik dan lebih harmonis di masa wali kota baru sehingga dapat memperkuat kebijakan dan program pembangunan kota.

Tak lupa dia mengajak untuk bersama-sama menghentikan Covid-19 dengan selalu mematuhi protokol kesehatan.

Rapat dibuka oleh Ketua DPRD Medan Hasyim SE, dilanjutkan dengan pembacaan konsep surat pengusulan pemberhentian yang ditandatangi pimpinan dewan.

Kemudian diserahkan kepada gubernur untuk diteruskan kepada Menteri Dalam Negeri. Saat akan berjalan meninggalkan gedung, Akhyar melayani pertanyaan para wartawan.

“Lebih kurangnya kami mohon maaf, kami menyadari manusia dhaif yang tidak sempurna. Namun kami menyakini, kemampuan kami telah kami abdikan totalitasnya untuk Kota Medan,” katanya.

Ditanya apakah ada pesan untuk pemimpin Kota Medan yang baru, Akhyar bilang, secara prinsipil wali kota baru pasti sudah punya rencana-rencana.

Dirinya tidak ingin mengintervensi dengan pemikiran-pemikirannya, hanya meminta agar visi dan misi yang dijanjikan saat kampanye diwujudkan.

Kembali disinggung kebiasaan para pejabat baru yang suka gonta-ganti kebijakan dan program, apakah ada program yang ingin tetap dipertahankan, Akhyar mengaku sudah tidak punya hak lagi untuk mencampuri.

Kalau sebagai warga Medan, dia bilang tunggu. “Nantilah, ketika saya sudah copot ini, baru bicara sebagai warga Kota Medan…” ucapnya.
Setelah tidak lagi menjabat, Akhyar mengaku akan tetap menjalani rutinitas yang biasa dilakukannya.

“Ya biasalah, kegiatan pribadi, sosial dan Insya Allah saya tetap aktif di partai,” pungkas Akhyar.

Comments

Tinggalkan Balasan

Loading…

0