in

Guru Muda Mencabuli Muridnya di Kabupaten Asahan

Ilustrasi

Asahan, matawarga.com – Modus menangis dan tak mau kehilangan, seorang guru berinisial AS tega (18) mencabuli murid didiknya yang masih di bawah umur, AS menggauli korban di rumahnya di Kecamatan Silau Laut, Kabupaten Asahan.

Orangtua korban yang tidak terima anaknya dicabuli melaporkan pelaku ke Polres Asahan.

Kasatreskrim Polres Asahan, AKP Ramadhani mengatakan, kejadian tersebut terjadi pada bulan Januari di rumah korban.

Saat itu, sekitar pukul 22.00 WIB, tersangka menghubungi korban melalui aplikasi percakapan WhatsApp dan mengatakan hendak datang ke rumahnya.

Saat tersangka datang, korban yang masih berusia 15 tahun membukakan pintu atas permintaan tersangka dengan alasan ada hal yang ingin dibicarakan.

“Di dalam kamar, tersangka nangis lalu mengatakan kepada korban ‘jangan pernah ninggalkan aku, aku enggak rela kau sama orang lain’,” ujarnya menirukan perkataan tersangka.

Berdasarkan keterangan tersangka, motif pencabulan dilakukan karena tersangka sayang dan cinta kepada korban sehingga tersangka merasa nafsu untuk melakukan persetubuhan terhadap korban.

Tersangka juga selalu mengatakan kepada korban tidak usah takut karena dia akan bertanggung jawab.

“Katanya nanti 8 tahun lagi selesai pendidikan, siap kuliah, tersangka akan menikahi korban, menurut tersangka, korban adalah masa depannya,” katanya.

Orangtua korban yang tidak terima atas perbuatan pelaku melaporkan kejadian tersebutke Polres Asahan.

Sehari kemudian, orangtua korban membawa tersangka ke Unit PPA Sat Reskrim Polres Asahan.

“Kedatangan mereka untuk melaporkan perbuatan tersangka selaku guru pendidik terhadap korban selaku murid didiknya,” katanya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 81 ayat (3) Jo Pasal 81 ayat (2) dari UU RI No. 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar.

DP/ADK

Comments

Tinggalkan Balasan

Loading…

0